Insinyur Musik, Buluk ’Superglad’

Posted: February 1, 2013 in Edisi 1, Pelopor

Siapa yang nggak tau band superglad? Band yang digawangi oleh Agus Purnomo “Giox” (bass), Lukman Laksmana “buluk” (vokal/gitar), Frid Akbar “Abam” (drum), dan Dadi Yudistira “Berry” (gitar) telah meramaikan music tanah air dengan hits-hits yang dikeluarkannya. Namun diantara ke empat personil tersebut, terdapat satu personil yang memiliki peran penting bagi perkembangan music rock di Indonesia. Lukman laksmana alias buluk, sang vokalis.

Perjalanan music buluk dimulai sejak tahun 1988. Saat itu ia baru mulai mencoba bermain musik, dan seperti halnya anak muda lain yang banyak membentuk band, ia juga mulai membentuk grup band sendiri yang menurutnya hanya iseng-iseng belaka. Seiring berjalannya waktu, karena kecintaannya terhadap music, buluk mulai serius dalam menekuni bidang ini. Bersama dengan eka yang sekarang merupakan personil dari band d’brandals, ia membentuk sebuah band dengan nama waiting room. Tahun 1994 mereka merilis album pertamanya, “buaya ska”. Aliran music yang ia bawakan dalam band pertamanya ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan rock. Ska, ya, ska merupakan aliran yang mereka pilih saat itu. Namun tak bertahan lama, pada tahun 1996 waiting room vakum karena beberapa personilnya memutuskan untuk melanjutkan study ke luar negri.

Ditanya masalah aliran music, buluk yang kami temui selasa kemarin mengatakan, “kita Cuma mikirin aliran yang lagi trend saat itu, awalnya eka yang bawa trend itu dari luar”, ia juga menambahkan, “tapi karna yang namanya trend itu pasti ada masanya, makannya anak-anak waiting room mutusin untuk daripada Cuma ngikutin trend, mending mainin genre yang basicnya udah pada suka”, ungkapnya. Akhirnya pada tahun 2000 waiting room bubar.

Belajar dari pengalaman sebelumnya, buluk memutuskan untuk tidak lagi hanya mengikuti trend yang ada dalam bermusik, “gue sih belajar dari pengalaman temen-temen yang udah duluan aja, mereka banyak yang nggak tahan lama, maksudnya mereka pasti ada masanya turun, jadi gue maunya terus stabil, bahkan kalo bisa naik terus, akhirnya gue milih aliran rock”.

Pada tahun 2002 terbentuklah superglad yang mengusung aliran music rock. Namun bukan hal yang mudah pula bagi buluk dan kawan-kawan untuk menembus industry music di Indonesia. Ada banyak pengorbanan yang mereka lakukan hingga akhirnya superglad dapat menjadi besar seperti ini, “kita awalnya ngelakuin semua sendiri, modal sendiri, sampe gue menggadaikan mobil gue ke emil ‘naif’ untuk rilis album pertama”, ucap vocalis kelahiran 7 april 1973 ini. Berkat kegigihannya, album pertama mereka rilis dan bisa dibilang menjadi pintu gerbang bagi superglad, karena sejak saat itu mulai banyak label music yang menawarkan kerjasama. Sejak saat itu pula music rock mulai naik daun di Indonesia.

Ditanya masalah pengalaman saat manggung, buluk mengaku memiliki banyak pengalaman lucu. Salah satunya yaitu sewaktu superglad manggung di aceh, daerah sabang dan lhokseumawe, saat mereka sudah naik ke atas panggung untuk perform, ternyata penonton yang datang terpisah antara penonton laki-laki dan perempuan, dan ternyata hal itu memang sengaja dilakukan oleh panitia, “wah itu gila! Dan lo tau sendiri music superglad kayak apa? itu bener-bener pengalaman sekali seumur hidup!”, ungkapnya.

 

Kecintaannya terhadap dunia music tidak hanya ia aplikasikan ke dalam band superglad saja. Diluar itu, buluk juga memiliki berbagai kegiatan yang tentunya tidak keluar dari jalur music, “kegiatan gue selain manggung bareng superglad, gue siaran acara music, terus gue juga suka disuruh bikin jingle iklan barengan sama riky ‘seringai’, kadang gue juga suka bantuin band-band baru yang butuh di aransemen lagunya”, ungkapnya, “terus kadang juga ada beberapa band yang minta bikinin lagu sama gue, yaudah gue bikinin. Gitu aja sih sampingan gue, tapi nggak pernah lepas dari music”, tambahnya.

Kesibukan buluk di dunia music bukan tanpa dasar. Ia merupakan lulusan sekolah music di royale music intitude, Australia dan juga Singapore music institude jurusan sound engineering. Tak heran, kesibukannya saat ini memang sudah jadi cita-citanya dari awal, maka ia melakukannya dengan sungguh-sungguh, “jadi, gembel-gembel gini gue insinyur, lulus pula.. haha!”, ungkapnya disertai dengan tawa. “kalo untuk alat music instrumental kayak gitar, bass, sama drum gue autodidak, karena dari kecil emang gue suka music”, lanjutnya. Buluk memang mengaku masih belajar sampai sekarang, sampai masanya superglad sedang naik daun, ia pun masih belajar dari para musisi yang sudah senior. Ia juga sempat terlibat dalam project melly goeslow dalam penggarapan soundtrack film AADC dan AAC, “yah gitu sih, gue di dunia ini bisa kayak gini karena dari awal orang-orang disekitar gue terutama keluarga gue itu ngedukung banget gue di music”, jelasnya.

Kalau ngomongin soal perkembangan musik di Indonesia, buluk memiliki pendapatnya sendiri. Menurutnya, yang paling mempengaruhi musik-musik sekarang justru media-media besar seperti tv swasta. Saat trend boyband sedang naik daun, seluruh tv swasta menayangkan boyband, hal yang sama terjadi saat trend melayu sedang merajai Indonesia, “jadi nggak dibikin variasi, ketika ada Rn’B, jazz, ada rock, ada reggae, yang akhirnya mereka nggak nongol-nongol, tapi justru yang nggak banyak nongol di tv justru jadwal off air nya gila-gilaan, liat aja kayak tony-q lah contohnya”, ucapnya. Buluk juga menambahkan, bahwa saat ini banyak sekali bermunculan musisi yang terkenal dengan cara yang instan, “kalo gue pribadi sih gue nggak penting jadi terkenal di Indonesia, buat gue adalah ketika karya gue diterima saat gue nyanyi, itu aja”, tambahnya. Mengatasi masalah musik di Indonesia, buluk memberi  masukan yang menurutnya dapat membantu memajukan industry ini, “ baiknya sih musik sekarang balik lagi kayak tahun 2000-an, contohnya waktu superglad lagi trend dengan musik rock, tapi musik lain tetep ada, kayak pop misalnya, tetep ada glenn fredly, yovie and nuno, reggae juga tetep ada, macem-macem deh pokonya, nggak kayak sekarang senada semua”, paparnya.

Pencapaian buluk sampai menjadi saat ini tak lepas dari perjuangan-perjuangan yang ia lakukan. Iapun kemudian memberi masukan-masukan yang ditujukan untuk generasi muda, terutama yang mempunyai ketertarikan di dunia musik, “menurut gua, buat masuk ke dunia musik, yang pertama harus dipegang tuh niat, jangan pernah nyerah, jangan pernah pesimis dengan aliran musik yang udah lo ambil, semua musik pasti ada masanya, pasti ada pendengarnya”, ucapnya semangat, “tinggal gimana caranya lo dikenal, dan pendengar-pendengar musik lo pasti keluar, mulai dari lo manggung di acara pensi/acara-acara kampus tanpa dibayar, superglad dua setengah tahun manggung tanpa dibayar Cuma buat memperkenalkan diri ke masyarakat”, tambahnya lagi. Buluk juga mengingatkan untuk tidak segan-segan membangun networking dengan media, dan jangan sungkan untuk minta tolong pada temen musisi yang sudah punya nama. Kalau sudah seperti itu, buluk yakin kalau memang generasi sekarang mau membuat sesuatu seperti band, band itu pasti akan jalan, “satu lagi, inget kalo musik itu nggak akan ada habisnya, teruslah berkreasi, buat suatu kreasi-kreasi baru, kalo perlu sampe akhir hayat lo”, tukasnya mengakhiri obrolan.

Penulis: Tri Nur Kamaliah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s